Dua Orang Tewas Tak Wajar

md-lentis-saf.jpgPenjaga TK Tewas di Ruang Kelas
SEMARANG – Dua orang ditemukan meninggal tidak wajar di kota Semarang, Rabu (12/12) kemarin. Orang pertama yang tewas bernama Kosin alias Lentis (27), warga Jalan Brotojoyo Barat III Semarang Utara.
Pria yang tubuhnya dipenuhi tatto itu meninggal di warung jamu tradisional Bu Rini di Jalan Pemuda, dekat Pos Polantas Johar Semarang, pukul 11.00 WIB.
Orang kedua yang nahas adalah Suwarsono (49), warga Kanguru Gayamsari Semarang. Lelaki yang bekerja sebagai penjaga TK Bhayangkara Kabluk Semarang tersebut ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 06.00 WIB di ruang kelas TK tersebut. Oleh petugas Reskrim Polres Semarang Timur, kedua korban tewas dilarikan ke rumah sakit untuk divisum.

Tri Cahyani, penjaga warung jamu tradisional mengatakan, saat dirinya sedang menata dagangan, Lentis datang untuk membeli rokok dua batang. Namun Lentis tidak segera pergi dan duduk di kursi warungnya untuk ngobrol dengan temannya, Ari Wibowo.
Tak berselang lama, pria yang setiap harinya bekerja sebagai calo angkutan kota jurusan Panggung tersebut, tiba-tiba nggletak (jatuh, red). Dalam keadaan tak berdaya tubuh Lentis diangkat ke belakang warung.
Ketika akan diletakkan tanah, ternyata sudah dalam keadaan tidak bernyawa. “Saya tidak tahu sebabnya. Wong tiba-tiba jatuh sendiri. Pada saat duduk tadi, dia hanya minum air putih, thok, ”ujar Tri Cahyani.
Ari Wibowo yang diajak ngobrol korban mengungkapkan, penyebab tewasnya Lentis bukan karena dianiaya atau minuman keras. Namun karena sakit. Sebab selama ini Lentis mengaku sering mengeluh di bagian perutnya sering terasa sakit. Bahkan kalau sedang kumat rasanya sakit sekali.
“Sama sekali saya tidak menduga kalau dia akan meninggal secepat ini. Wong tadi juga terlihat biasa-biasa saja. Hanya saja, selama ini dia memang sering mengeluh perutnya sakit,” ucap Ari, warga Klaten itu.
Meski dari keterangan saksi menjelaskan tewasnya Lentis bukan sebagai korban pembunuhan, namun petugas Polsek Semarang Tengah dan Polres Semarang Timur yang tiba di TKP membawa jenazah Lentis ke RSUP Dr Kariadi untuk divisum.
Sementara itu, penyebab tewasnya penjaga TK Bhayangkara, Sumarsono juga diduga karena sakit. Sumrsono diduga meninggal, Selasa (11/12) sore, namun baru diketahui Rabu pagi, oleh Muhronji, warga setempat, ketika hendak masuk sekolah.
Pada saat ditemukan, kondisi Sumarsono dalam keadaan terlentang. Di raut wajahnya terdapat bercak-bercak darah. Dari pemeriksaan sementara di sekujur tubuhnya tidak ada tanda-tanda penganiayaan. (saf)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s