Ngaku Majikan Tipu PRT

prt-ditipu-tio.jpgSEMARANG— Ayu Waharti (17) warga Jatisongo, Sumber Lawang, Sragen, Rabu (12/12) pukul 15.00 kemarin tergopoh-gopoh masuk ke dalam ruang Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes Semarang. Sembari menunjukan tas berisi perhiasan emas berlian serta uang tunai Rp 500 ribu, gadis berhidung mancung itu melaporkan baru saja jadi korban penipuan. Modusnya dengan mengabarkan soal kecelakaan.
Kali ini Ayu Waharto diminta oleh pelaku yang mengaku majikannya untuk mengambil perhiasan, dan uang tersebut dari kamar majikannya. Alasan untuk mengurus kasus kecelakaan yang dialami majikannya Lie Harto (45) warga Godangan, Grogol, Solo Baru. Tapi korban langsung sadar, sebelum pelaku sempat mengambil uang dan perhiasan yang sedianya akan diserahkan di Simpanglima Semarang.
Menurut Ayu kasus penipuan yang dialami berawal Rabu (12/12) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB saat dirinya sedang memasak tiba-tiba telepon rumah berdering. Ketika diterima, dari balik telepon terdengar suara seorang lelaki yang mengatakan kalau bapak kecelakaan. Kontan saja korban terkejut, karena pagi itu majikannya Lie Harto mengantar anaknya ke sekolah, sedangkan istrinya Lili berangkat kerja.
“Bapak kecelakaan, sekarang akan diurus. Coba kamu ambil seluruh uang dan perhiasan untuk ganti rugi. Kalau kamar terkunci dibongkar saja. Karena waktu itu saya panik, langsung saya menurutinya membongkar kamar,” tutur Ayu.
Mendapat kabar tersebut Ayu buru-buru mengambil linggis, dan langsung menjebol kamar majikannya. Dari kamar itu Ayu mengambil seluruh uang dan perhiasan. Tidak lama kemudian pelaku menelepon lagi meminta Ayu ganti nomor HP-nya dengan nomor yang baru. Pelaku juga meminta Ayu memberinya nomor yang baru itu untuk dihubungi kembali. Setelah selesai membawa perhiasan berupa cincin, kalung, anting dan uang tunai Rp 500 ribu, Ayu kemudian berangkat ke Simpanglima Semarang seperti yang diminta pelaku.
Selama perjalanan di dalam bus, pelaku terus menelepon korban menanyakan sudah sampai di mana. Korban mulai curiga setelah pelaku merubah rencana pertemuannya yang semula di Simpanglima berubah ke Bandara A Yani. “Katanya saya terlambat, jenazahnya dibawa ke Jakarta. Lalu saya diminta ke bandara untuk naik pesawat. Mulai saat itu saya curiga dan menelepon rumah majikan saya,” ujarnya.
Korban yang mulai curiga langsung melepon rumah majikannya dan diterima Miniarti temannya sesama pembantu. Dari temannya itu korban baru tahu kalau majikannya tidak mengalami kecelakaan. Saat itu juga korban turun dari bus tepat di Jl dr Sutomo dekat RSUP Dr Kariadi. Dan, oleh satpam rumah sakit korban diantarkan ke Polwiltabes Semarang. Pihak kepolisian kemudian menghubungi majikan korban, ternyata dia juga sudah mencari, dan akan menjemputnya.
“Saya tidak berniat jahat. Waktu itu saya panik ada kabar tersebut sehingga saya bawa seluruh perhiasan dan uang ini. Takutnya majikan saya jadi marah,” tutur Ayu yang baru 7 bulan kerja di rumah majikannya.
Petugas SPK POlwiltabes Semarang dipimpin Kepala SPK Ipda Ali Santoso SH sempat melacak nomor ponsel pelaku. Tapi sudah keburu dimatikan sehingga kesulitan untuk mencari tahu identitas pelaku. (tio)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s