Bayi Tewas Dibuang ke TPA

Bayi yang malangKENDAL- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kendal, Selasa (11/12) geger. Orok bayi perempuan yang masih dipenuhi darah, dan dililit tali pusar ditemukan tewas di dalam karung TPA. Bahkan, bayi mungil itu masih dilumuri lendir hasil persalinan. Diduga orok bayi tewas itu dibuang orang tuanya, belum lama dengan rentang waktu penemuan.
Peristiwa tersebut kali pertama diketahui Zainal (40), seorang pemulung warga Desa Dukuh Tegalrejo RT 05 RW 07 Desa Magangan, Kecamatan Ngampel, Kendal. Saat itu pukul 08.00 WIB, seperti biasa Zainal nyanggong di TPA Jatirejo untuk mencari rongsok di tumpukan sampah.
Tak lama berselang, datang truk pengangkut sampah milik Kantor Tata Kota dan Pertamanan (KTKP) Kendal. Truk yang dikemudikan Jasman (34), warga Desa Rejosari, RT 04 RW 02 Kecamatan Brangsong, Kendal itu lantas menumpahkan seluruh isi dalam bak truknya diatas hamparan sampah yang lain.
Dalam sekejap, para pemulung buru-buru menuju muatan sampah baru untuk mencari sisa-sisa sampah yang dianggapnya berharga. Tanpa menaruh curiga, Zainal membuka bungkusan sampah yang ada di dalam karung plastik warna putih. Saat membuka karung, di dalamnya terdapat kantong plastik warna hitam yang menggelinding keluar.
Penasaran dengan isi plastik tersebut, Zainal berusaha membukanya kembali. Namun, alangkah kagetnya tatkala melihat isi kantong plastik tersebut. Di depan matanya terlihat orok mayat bayi perempuan lengkap dengan tali pusar yang melilit tubuhnya. “Saat saya membuka karung, tiba-tiba ada isi karung berupa bungkusan tas kresek hitan yang jatuh dan menggelinding. Setelah saya buka ternyata di dalamnya ada mayat bayi,” kata Zainal.
Atas temuan itu, Zainal spontan berteriak dan mengundang para pemulung yang ada di sekitar lokasi kejadian. Setelah dipastikan orok bayi tak bernyawa, Zainal bersama rekan-rekan seprofesinya melapor dan menghubungi Mapolsek Pegandon.
Petugas Polsek Pegandon yang menerima laporan, segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Bersama tim kesehatan Puskesmas Ngampel, orok mayat bayi tersebut diindentifikasi. Dari hasil pemeriksaan, diduga bayi telah tewas sekitar 9 jam sebelum ditemukan. Apalagi, tubuh bayi berbobot 2,5 kilogram itu masih dilumuri darah, dan lendir yang masih terlihat cukup segar. Bahkan tali pusarnya masih lengkap melilit di tubuh bayi tak berdosa itu.
“Melihat kondisi fisiknya, mayat bayi ini dilahirkan secara normal dengan usia di dalam kandungan sudah mencapai 9 bulanan,” terang Ari, salah seorang petugas Puskesmas Ngampel.
Kapolsek Pegandon AKP B Suprihatin menuturkan, untuk mengetahui asal muasal sampah yang berisi mayat bayi, polisi telah meminta keterangan sopir truk sampah. Dari pengakuan sopir truk, sampah tersebut diambil dari wilayah Kecamatan Kota Kendal yang menjadi wilayah operasionalnya.
Namun darimana pastinya karung sampah berisi mayat bayi yang diangkut, sopir truk mengaku kurang tahu pasti. Pasalnya, setiap hari dia mengangkut sampah tanpa memperhatikan jenis dan isinya. Dari penyelidikan sementara, diduga bayi merupakan hasil hubungan gelap yang sengaja dibuang orang tuanya.
“Dari keterangan sopir truk sampah, kami akan mengembangkan kasusnya hingga mengetahui asal muasal sampah tersebut. Hasil penyelidikan nanti kita harap bisa menangkap pelaku pembuang bayi malang itu,” tandas Suprihatin. (aln)

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.